новые флеш игры.

Ketersediaan dan Kebutuhan Ikan Menghadapi Ramadhan Dan Idul Fitri 1436 H di Kota-Kota Besar Indonesia

KOTA BANDUNG

Monitoring dilakukan di Pasar Ciroyom :

  • Kondisi umum pasokan ikan ke pasar Ciroyom saat ini (menjelang bulan ramadhan 1436 H) masih tercukupi dengan baik.
  • Pasokan ikan rata-rata di Pasar Ciroyom saat ini mencapai 32 ton per hari dengan komposisi ikan kembung 80%, cumi 30% dan ikan lainnya 20%.  Daerah asal pasokan ikan ke Pasar Ciroyom adalah Pekalongan, Tegal, Demak, dan Waleri yang mencakup jenis-jenis ikan seperti kembung, cumi, tongkol, banyar, bentong, layang, bawal laut dan lain-lain.  Dengan kondisi umum seperti ini, pasokan ikan ke Pasar Ciroyom menjelang Bulan Ramadhan 1436 H masih tercukupi dengan baik. 
  • Menghadapi ramadhan, kondisi permintaan ikan di Pasar Ciroyom sebagai berikut :

          - Saat memasuki awal ramadhan terjadi penurunan permintaan sekitar 80% dari hari biasanya;

          - Memasuki pertengahan ramadhan sampai dengan idul fitri biasanya terjadi kenaikan permintaan sekitar 60-70%.

  • Harga ritel ikan di Pasar Ciroyom saat ini:  kembung Rp. 20 ribu/kg; cumi kecil Rp. 25-30 ribu/kg; Layang Rp. 15 ribu/kg; Bentong Rp. 18 ribu/kg; Banyar Rp. 30 ribu/kg; dan bawal hitam Rp. 50 ribu/kg.

KOTA SEMARANG

  • Kondisi umum pasokan ikan di Kota Semarang saat ini (menjelang bulan ramadhan 1436 H) masih tercukupi dengan baik. Pasokan ikan sebagian besar berasal dari kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. 
  • Dalam kondisi normal, kebutuhan ikan di Kota Semarang rata-rata per hari mencapai 45,4 ton.  Memasuki awal bulan ramadhan ini, diperkirakan terjadi kenaikan permintaan sekitar 4,8% dibanding kondisi normal dan 1 minggu sebelum dan setelah Idul Fitri permintaan ikan diperkirakan meningkat 7,4%. 
  • Sementara pasokan ikan dari 48 pasar tradisional di Kota Semarang mencapai 205,85 ton per hari dengan komposisi ikan laut 76%, ikan air tawar 20%, ikan olahan 3% dan sisanya merupakan ikan asin/awet.  Sekitar 30-40% dari total pasokan ikan yang ada, digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Semarang. 
  • Harga ikan di Kota Semarang saat ini:  gurame Rp. 36 ribu/kg; mas Rp. 22 ribu/kg; nila Rp 19 ribu/kg; lele Rp 18 ribu/kg; tongkol Rp 30 ribu/kg; kembung Rp 22 ribu/kg; tengiri Rp 32 ribu/kg; udang putih Rp 60 ribu/kg; bandeng Rp 28 ribu/kg; cumi asin Rp 40 ribu/kg; peda Rp 28 ribu/kg; dan petek asin Rp 20 ribu/kg. Memasuki puasa, beberapa jenis ikan yang diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup tinggi : kembung (naik 17,5%), cumi asin (naik 13,2%);

    Selengkapnya: Ketersediaan dan Kebutuhan Ikan Menghadapi Ramadhan Dan Idul Fitri 1436 H di Kota-Kota Besar...

 

Konsumsi Ikan dan Penyediaan Ikan untuk Konsumsi

Metode Penghitungan Konsumsi Ikan

FAO menyebutkan terdapat dua metode yang biasa digunakan untuk menghitung konsumsi ikan suatu negara. Metode pertama yang banyak digunakan yaitu penghitungan konsumsi ikan berdasarkan ketersediaan ikan.

 

Ketersediaan ikan yang dimaksud didalamnya mencakup total produksi ikan (tangkap dan budidaya) ditambah impor dan stok, kemudian dikurangi dengan ekspor  dan produksi ikan non pangan.

  

Metode kedua yang digunakan untuk menghitung konsumsi ikan adalah berdasarkan survey konsumen (consumer panels). Survey dilakukan dengan cara metode sampling. Populasi distratifikasikan untuk memperoleh responden berdasarkan pendapatan, umur dan lokasi. Melalui penghitungan dengan metode ini akan diperoleh informasi mengenai jenis ikan yang dikonsumsi, tempat ikan dikonsumsi (di dalam rumah tangga atau di luar rumah tangga), pola preferensi konsumen, dan lainnya.

Kedua metode yang digunakan tersebut masing-masing memiliki kelemahan. Sebagai perbandingan, FAO mencatat beberapa kelemahan dari masing-masing metode yaitu sebagai berikut:

Metode Ketersediaan Ikan (Net Supply)
  • Penghitungan dengan metode ini tidak dapat menggambarkan konsumsi per jenis
  • Terdapat perbedaan satuan antara data produksi dan data ekspor-impor di mana data produksi (tangkap dan budidaya) biasanya dalam satuan berat hidup, sementara itu data ekspor-impor menggunakan satuan berat bersih. Dalam beberapa kasus, perbedaan tersebut dapat diantisipasi dengan menggunakan faktor konversi, namun hasilnya tentu tidak dapat menggambarkan keadaan sebenarnya.
Metode Survei Konsumen (Consumer Panels)

Kekurangan dari metode ini yaitu survei konsumen tidak menggambarkan ketersediaan ikan yang ada. Metode ini hanya fokus pada konsumsi dan jenis ikan yang dikonsumsi tanpa memperhatikan dimana ikan diproduksi dan darimana ikan diproses. Metode ini sangat bergantung pada teknik sampling dan jumlah responden yang disurvei untuk memperoleh gambaran konsumsi ikan nasional.

Hasil Rilis Data Konsumsi Ikan oleh FAO Menurut Benua

Dalam publikasinya, FAO menggunakan metode pertama (net supply) dalam menghitung dan memperbandingkan tingkat konsumsi ikan antar negara. FAO membagi kategori tingkat konsumsi ikan (tingkat penyediaan ikan) dalam skala dan warna tertentu. Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bahwa warna merah menunjukkan skala 0-5 kg/kapita, jingga menunjukkan skala 5-10 kg/kap, dan hijau menunjukan konsumsi ikan > 80 kg/kap.

Konsumsi ikan rata-rata penduduk dunia pada tahun 2011 sebesar 18,9 kg/kap dengan kontribusi ikan terhadap total protein sebesar 16,7%. Dalam batasan geografis benua, konsumsi rata-rata tertinggi ditempati oleh Oceania yaitu 25 kg/kap, selanjutnya diikuti oleh Eropa (22,1 kg/kap), Amerika (21,7 kg/kap) dan Asia (21,5 kg/Kap). Khusus untuk Asia, meskipun rata-rata konsumsi ikannya bukan tertinggi namun sumbangan ikan terhadap total protein hewani menjadi yang tertinggi yaitu 22,9%.

Selengkapnya: Konsumsi Ikan dan Penyediaan Ikan untuk Konsumsi

 

Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Maret – April 2015

Berdasarkan data harga ikan yang dikumpulkan oleh Petugas Informasi Pasar Kab/Kota – Direktorat Pemasaran Dalam Negeri diperoleh gambaran rata-rata perkembangan harga ikan di tingkat konsumen yang terjadi pada bulan Maret – April. Pengamatan dilakukan pada 10 jenis ikan favorit digemari masyarakat yaitu Bandeng, Cakalang, Gurami, Kembung, Layang, Lele, Nila, Patin, Tongkol, dan Udang Putih. Dari 10 jenis ikan yang diamati pada periode tersebut, 3 jenis ikan mengalami kenaikan harga yaitu Lele, Patin, dan Udang Putih. Persentase kenaikan tertinggi diterima oleh jenis ikan Udang Putih sebesar 5,55%, sedangkan 7 jenis ikan lainnya mengalami penurunan harga dengan persentase penurunan tertinggi diterima oleh Kembung sebesar 13,19%.

Tabel Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Maret - April 2015 (Rp/Kg) *)

Sumber: Petugas Informasi Pasar Kab/Kota (diolah)

Ket:   *) Harga dalam tabel merupakan harga rata-rata dari data yang masuk ke pusat 

Unduh:

  1. Perkembangan Harga Rata-Rata Mingguan Bulan April 2015 di Tingkat Eceran klik di sini

- SF -

 

Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Februari – Maret 2015

Berdasarkan data harga ikan yang dikumpulkan oleh Petugas Informasi Pasar Kab/Kota – Direktorat Pemasaran Dalam Negeri diperoleh gambaran rata-rata perkembangan harga ikan di tingkat konsumen yang terjadi pada bulan Februari – Maret. Pengamatan dilakukan pada 10 jenis ikan favorit digemari masyarakat yaitu Bandeng, Cakalang, Gurami, Kembung, Layang, Lele, Nila, Patin, Tongkol, dan Udang Putih. Dari 10 jenis ikan yang diamati pada periode tersebut, 4 jenis ikan mengalami kenaikan harga yaitu Bandeng, Cakalang, Kembung dan Nila. Persentase kenaikan tertinggi diterima oleh jenis ikan Kembung sebesar 6,52%, sedangkan 6 jenis ikan lainnya mengalami kenaikan harga dengan persentase penurunan tertinggi diterima oleh Patin sebesar 2,58%.

Tabel Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Februari - Maret 2015


Ket:   *) Harga dalam tabel merupakan harga rata-rata dari data yang masuk ke pusat 

Sumber: Petugas Informasi Pasar Kab/Kota (diolah)

Unduh:

  1. Perkembangan Harga Rata-Rata Mingguan Bulan Maret 2015 di Tingkat Eceran klik di sini

- SF -

 

INFLASI MARET 2015: IKAN SEGAR MEMBERI SUMBANGAN DEFLASI 0,04%

Bulan Maret 2015 terjadi inflasi sebesar 0,17% disumbangkan oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar; kesehatan; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga; serta kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan. Sementara itu kelompok lainnya mengalami penurunan yaitu; kelompok bahan makanan dan kelompok sandang;. Ikan segar memberikan sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,04%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok bahan makanan memberikan andil berupa deflasi 0,73%. Sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,61%.

Berikut ini adalah daftar komoditas penyebab inflasi Bulan Maret 2015 :

Komoditas

Andil (%)

Bensin

0,15

Bawang merah

0,10

Beras

0,09

Bahan bakar rumah tangga

0,03

Upah tukang bukan mandor

0,02

Mobil

0,01

Pepaya

0,01

Ketupat sayur

0,01

Nasi dengan lauk

0,01

Air kemasan

0,01

Tarif sewa rumah

0,01

Upah pembantu rumah tangga

0,01

Tarif dokter umum

0,01

Sumber : BPS

Adapun jenis komoditi ikan yang menyumbang inflasi Bulan Maret 2015 di beberapa Kabupaten/ Kota adalah sebagai berikut :

Kab/kota

Jenis komoditi

Kota Ambon

Ikan cakalang dan ikan tongkol

Kota Jayapura

Ikan cakalang, ikan ekor kuning, ikan cakalang asap, ikan ekor kuning asap, ikan bandeng, ikan kawalina, ikan bubara

Kota Manado

Ikan ekor kuning, ikan cakalang

Kota Pontianak

Sotong

Kota Padang

Ikan tongkol, ikan sepat, ikan teri

Kota Bukittinggi

Belut, ikan tongkol, ikan tuna

Kota Kendari

Ikan bandeng

Kota Denpasar

Tongkol pindang

Kota Mataram

Ikan Teri

Sumber : BPS

- EW -

Компания Сансити

Serial Manfaat Ikan

Kontribusi Protein Ikan

Sebagai bahan pangan, ikan mempunyai banyak keunggulan dibanding sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi, daging ayam, telur dan susu.  Ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik dan prospektif.  Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang banyaknya keunggulan yang terdapat pada ikan khususnya masyarakat yang lokasinya jauh dari wilayah pantai atau sumber ikan. Bahkan, masih banyak...

Selengkapnya...
Kepala Ikan Kakap, Makanan Kaya Kandungan Omega 3

Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi sebagai sumber daya perairan untuk pengembangan usaha budidaya ikan yang cukup tinggi, tetapi jika Anda lihat secara spesifik seperti budidaya ikan kakap, ternyata menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan (seperti dilansir dalam asiapolitan.com) belum begitu banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas terutama di Indonesia, sedangkan pada negara – negara lain seperti : Malaysia, Thailand...

Selengkapnya...
Ikan Turunkan Resiko Kanker Prostat

Hubungan antara diet dan kanker Banyak riset yang telah merekomendasikan untuk lebih banyak makan ikan guna menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal The Lancet mengatakan bahwa laki-laki yang lebih banyak makan ikan mempunyai risiko menderita kanker prostat yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki yang sedikit atau tidak sama sekali makan ikan.  

Selengkapnya...
Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker

“Tinta  cumi-cumi  yang  oleh  sebagian orang dianggap sebagai limbah  tak  berguna,  ternyata dapat dijadikan sebagai obat kanker” Benarkah? Baru-baru  ini  para  peneliti  me-nemukan  bahwa  tinta  cumi-cumi benar-benar  dapat  melawan  kanker sebagaimana dirilis di ogahrugi.com. Cumi-cumi  merupakan  salah  satu seafood  yang  sangat  populer  di  kalangan  pecinta  makanan  laut.  Teksturnya kenyal dan lembut...

Selengkapnya...
Ikan Penyuplai Protein

Sebagai  negara  kepulauan,  Indonesia  memiliki potensi  sumberdaya  perikanan yang sangat besar.  Sumbangan  PDB  perikanan  Indonesia  tidak dapat  dipisahkan  dari perkembangan  perikanan budidaya, yang tumbuh secara  signifkan  dari  tahun ke  tahun.    Ketika  perikanan tangkap tumbuh hanya sekitar 25% dalam 9 tahun antara  tahun  2000-2008, produksi perikanan  budidaya  telah melonjak  hampir  mencapai  400%  pada...

Selengkapnya...

Kilas Perdagangan Dunia

Regulasi UE mengenai label produk ikan (fish labelling) – Regulation No 1379/2013 – akan mulai diberlakukan tanggal 14 Desember 2014. Latar belakang regulasi tersebut adalah untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai produk ikan kepada konsumen. Dengan demikian, konsumen bisa menentukan keputusan berdasarkan informasi yang lengkap (informed choice). Di dalam regulasi tersebut diatur antara lain mengenai label produk ikan yang akan dipasarkan di UE, baik dari negara anggota UE maupun dari luar (third countries). Produk ikan yang dimaksud meliputi: (a) ikan hidup; ikan segar, dingin dan beku; fillet ikan segar atau beku, dan daging ikan lainnya (dicincang maupun tidak); (b) ikan dalam...

Selengkapnya...
Ulasan Singkat FAO 2014: Peluang dan Tantangan Sektor Perikanan

Dalam laman websitenya, FAO telah merilis publikasi anyar The State of World Fisheries and Aquaculture 2014: Peluang dan Tantangan. Pada artikel di bawah ini akan diulas resume dari publikasi FAO tersebut. Perikanan tangkap dan budidaya berperan penting dalam pencapaian tujuan strategis dari FAO yaitu mengurangi tingkat kelaparan, malnutrisi dan ketidakamanan pangan. Dalam publikasinya dinyatakan bahwa orang-orang belum pernah mengkonsumsi ikan sebanyak seperti saat ini. Kenaikan permintaan menyebabkan sektor perikanan menjadi lebih produktif, efisien dan berkelanjutan pada sistem produksinya sekaligus berperan dalam mengurangi kemiskinan di pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan terhadap...

Selengkapnya...
Matrel Foods: Uraikan Konsentrat Protein Dari Cumi-cumi Raksasa

Tepung cumi-cumi raksasa Tepung cumi-cumi raksasa (giant squid) murni sangat sulit digunakan,  sebab ia memiliki rasa yang sangat tajam. “Kami telah mampu menghilangkan karakteristik tepung dari bau dan rasanya. Pekerjaan yang sulit, karena dilakukan tanpa menghilangkan kualitas bahan bakunya”, begitu komentar Carase Saravia, chief of investigation and development  di Fleiscmann-Peru-Casa, perusahaan yang tertarik dalam proyek penggunaan proteinol dalam pre-mix untuk dijadikan berbagai jenis produk roti lain yang mengandung protein tinggi.   Manfaat Dibanding roti lain, kandungan kalorinya tidak banyak; akan tetapi roti dari proteinol memiliki 25% protein lebih tinggi dari roti pada...

Selengkapnya...

Ikan patin dan pindang Indonesia masih menjadi konsumsi dalam negeri. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong penjualannya hingga ke Eropa dan Amerika Serikat (AS). Selama ini, ada tiga jenis ikan yang menjadi fokus digenjot pemerintah, yaitu patin, pindang dan bandeng. Ikan yang disebutkan terakhir itu sebanyak 30% sudah diekspor ke berbagai negara. Menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saud Hutagalung, target ekspor bandeng selama ini adalah Uni Eropa, AS, China dan Jepang. "Tren pasar akan terus ditingkatkan. Pemasaran bandeng masih AS tujuan utamanya, dan targetnya memburu pasar Afrika dan Timur Tengah," katanya, di sela acara Festival Perikanan...

Selengkapnya...
Fish and Chips, Cara Praktis Makan Ikan

Fish and chips adalah makanan siap santap yang umumnya dibeli dari sebuah gerai penjualan khusus dan dinikmati ditempat lain.  Dalam bahasa “gaul”, toko yang menjual fish and chips disebut sebagai Chippy atau Chipper. Menu asli fish and chips terdiri dari ikan ditepungi dan digoreng serta potongan kentang yang digoreng pula.  Menu tersebut dilengkapi dengan saus tartar atau mayonnaise, dan potongan jeruk lemon.  Ada pula sejumlah restaurant yang menyajikan menu tersebut, namun umumnya telah dilengkapi dengan salad.  Aslinya, menu tersebut berasal dari Inggris sekitar tahun 1850-an dan terus berkembang ke Negara persemakmuran tetapi sekarang telah mendunia.  Fish and chips adalah menu...

Selengkapnya...

Profil Komoditi

Kontak


Admin WPI

Statistik Website

328587
Hari iniHari ini84
KemarinKemarin503
Minggu iniMinggu ini599
Bulan iniBulan ini13699
TotalTotal328587
Statistik created: 2015-06-30T01:10:46+08:00