новые флеш игры.

Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Maret – April 2015

Berdasarkan data harga ikan yang dikumpulkan oleh Petugas Informasi Pasar Kab/Kota – Direktorat Pemasaran Dalam Negeri diperoleh gambaran rata-rata perkembangan harga ikan di tingkat konsumen yang terjadi pada bulan Maret – April. Pengamatan dilakukan pada 10 jenis ikan favorit digemari masyarakat yaitu Bandeng, Cakalang, Gurami, Kembung, Layang, Lele, Nila, Patin, Tongkol, dan Udang Putih. Dari 10 jenis ikan yang diamati pada periode tersebut, 3 jenis ikan mengalami kenaikan harga yaitu Lele, Patin, dan Udang Putih. Persentase kenaikan tertinggi diterima oleh jenis ikan Udang Putih sebesar 5,55%, sedangkan 7 jenis ikan lainnya mengalami penurunan harga dengan persentase penurunan tertinggi diterima oleh Kembung sebesar 13,19%.

Tabel Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Maret - April 2015 (Rp/Kg) *)

Sumber: Petugas Informasi Pasar Kab/Kota (diolah)

Ket:   *) Harga dalam tabel merupakan harga rata-rata dari data yang masuk ke pusat 

Unduh:

  1. Perkembangan Harga Rata-Rata Mingguan Bulan April 2015 di Tingkat Eceran klik di sini

- SF -

 

Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Februari – Maret 2015

Berdasarkan data harga ikan yang dikumpulkan oleh Petugas Informasi Pasar Kab/Kota – Direktorat Pemasaran Dalam Negeri diperoleh gambaran rata-rata perkembangan harga ikan di tingkat konsumen yang terjadi pada bulan Februari – Maret. Pengamatan dilakukan pada 10 jenis ikan favorit digemari masyarakat yaitu Bandeng, Cakalang, Gurami, Kembung, Layang, Lele, Nila, Patin, Tongkol, dan Udang Putih. Dari 10 jenis ikan yang diamati pada periode tersebut, 4 jenis ikan mengalami kenaikan harga yaitu Bandeng, Cakalang, Kembung dan Nila. Persentase kenaikan tertinggi diterima oleh jenis ikan Kembung sebesar 6,52%, sedangkan 6 jenis ikan lainnya mengalami kenaikan harga dengan persentase penurunan tertinggi diterima oleh Patin sebesar 2,58%.

Tabel Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Februari - Maret 2015


Ket:   *) Harga dalam tabel merupakan harga rata-rata dari data yang masuk ke pusat 

Sumber: Petugas Informasi Pasar Kab/Kota (diolah)

Unduh:

  1. Perkembangan Harga Rata-Rata Mingguan Bulan Maret 2015 di Tingkat Eceran klik di sini

- SF -

 

Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran Januari – Februari 2015

Perkembangan harga ikan di tingkat konsumen pada umumnya sangat dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan penawaran di pasar. Berdasarkan data harga ikan yang dikumpulkan oleh Petugas Informasi Pasar Kab/Kota – Direktorat Pemasaran Dalam Negeri diperoleh gambaran rata-rata perkembangan harga ikan di tingkat konsumen yang terjadi pada bulan Januari – Februari. Pengamatan dilakukan pada 10 jenis ikan favorit digemari masyarakat yaitu Bandeng, Cakalang, Gurami, Kembung, Layang, Lele, Nila, Patin, Tongkol, dan Udang Putih. Dari 10 jenis ikan yang diamati pada periode tersebut, 4 jenis ikan mengalami penurunan harga yaitu Bandeng, Cakalang, Layang dan Tongkol. Persentase penurunan tertinggi diterima oleh jenis ikan Tongkol sebesar 4,73%, sedangkan 6 jenis ikan lainnya mengalami kenaikan harga dengan persentase kenaikan tertinggi diterima oleh Gurame sebesar 4,49%.

Tabel Perkembangan Harga Ikan di Tingkat Eceran

Januari - Februari 2015 (Rp/Kg) *)

Komoditas

Januari

Rata-Rata Jan

Februari

Rata-Rata Feb

Perubahan Harga Jan - Feb (%)

M1

M2

M3

M4

M5

M1

M2

M3

M4

Bandeng

25.684

26.003

26.185

25.254

25.228

25.662

25.383

25.230

25.471

25.408

25.370

-1,14

Cakalang

27.557

28.297

30.364

28.232

26.520

28.288

27.599

27.353

27.575

27.636

27.539

-2,65

Gurami

38.872

38.340

37.352

38.550

38.536

38.226

39.899

40.194

39.380

40.255

39.942

4,49

Kembung

28.648

28.766

28.156

27.947

28.034

28.244

28.573

28.372

28.202

27.827

28.258

0,05

Layang

23.880

22.967

22.856

23.115

23.498

23.165

23.726

23.704

22.862

22.084

23.141

-0,10

Lele

20.895

22.467

21.339

21.370

21.399

21.600

21.540

21.643

21.765

21.599

21.632

0,15

Nila

26.250

26.286

27.530

26.031

26.421

26.549

27.009

26.735

26.563

26.090

26.622

0,28

Patin

22.385

22.578

22.330

22.637

22.758

22.557

23.167

22.528

23.060

22.174

22.764

0,92

Tongkol

25.027

25.223

25.288

25.683

24.579

25.191

23.932

24.410

23.976

23.640

23.998

-4,73

Udang Putih

62.000

63.657

64.562

64.286

62.311

63.644

62.794

61.398

65.633

65.865

63.802

0,25

Sumber: Petugas Informasi Pasar Kab/Kota (diolah)

Ket:   *) Harga dalam tabel merupakan harga rata-rata dari data yang masuk ke pusat

  Unduh : 

  1. Harga rata-rata ikan mingguan di tingkat eceran bulan Januari 2015 klik di sini
  2. Harga rata-rata ikan mingguan di tingkat eceran bulan Februari 2015 klik di sini

- SF -

 

INFLASI MARET 2015: IKAN SEGAR MEMBERI SUMBANGAN DEFLASI 0,04%

Bulan Maret 2015 terjadi inflasi sebesar 0,17% disumbangkan oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar; kesehatan; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga; serta kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan. Sementara itu kelompok lainnya mengalami penurunan yaitu; kelompok bahan makanan dan kelompok sandang;. Ikan segar memberikan sumbangan terhadap deflasi sebesar 0,04%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok bahan makanan memberikan andil berupa deflasi 0,73%. Sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,61%.

Berikut ini adalah daftar komoditas penyebab inflasi Bulan Maret 2015 :

Komoditas

Andil (%)

Bensin

0,15

Bawang merah

0,10

Beras

0,09

Bahan bakar rumah tangga

0,03

Upah tukang bukan mandor

0,02

Mobil

0,01

Pepaya

0,01

Ketupat sayur

0,01

Nasi dengan lauk

0,01

Air kemasan

0,01

Tarif sewa rumah

0,01

Upah pembantu rumah tangga

0,01

Tarif dokter umum

0,01

Sumber : BPS

Adapun jenis komoditi ikan yang menyumbang inflasi Bulan Maret 2015 di beberapa Kabupaten/ Kota adalah sebagai berikut :

Kab/kota

Jenis komoditi

Kota Ambon

Ikan cakalang dan ikan tongkol

Kota Jayapura

Ikan cakalang, ikan ekor kuning, ikan cakalang asap, ikan ekor kuning asap, ikan bandeng, ikan kawalina, ikan bubara

Kota Manado

Ikan ekor kuning, ikan cakalang

Kota Pontianak

Sotong

Kota Padang

Ikan tongkol, ikan sepat, ikan teri

Kota Bukittinggi

Belut, ikan tongkol, ikan tuna

Kota Kendari

Ikan bandeng

Kota Denpasar

Tongkol pindang

Kota Mataram

Ikan Teri

Sumber : BPS

- EW -

 

Pentingnya Peran Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan di dalam Mendukung Pembangunan Perikanan Nasional

Sektor Kelautan dan Perikanan sebagai sektor potensial bagi sumber pertumbuhan ekonomi baru merupakan sumber penghidupan masyarakat banyak dan harapan masa depan bangsa. Indonesia merupakan negara kepulauan dan 2/3 wilayahnya merupakan lautan, karenanya potensi ikan di Indonesia sangat berlimpah. Secara fisik, sektor kelautan dan perikanan memilki potensi yang sangat besar.  Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ± 17.540 buah pulau dengan luas laut sekitar 5,8 juta km persegi yang terdiri dari perairan teritorial seluas 0,30 juta Km2 dan perairan kepulauan seluas 2,95 juta Km2, serta Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) seluas 2,55 juta Km2 serta bentangan pantai sepanjang ± 81.000 km. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) terbaik di dunia, sekaligus memiliki potensi ekonomi kelautan yang besar bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Produksi ikan di Indonesia pada tahun 2012 mencapai lebih dari 15 juta ton, sementara produksi sumber protein hewani lainnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan produksi ikan.  Sumber daya perikanan yang besar ini menjadikan ikan berpeluang tinggi dalam memberikan kontribusi di dalam memasok total kebutuhan konsumsi protein di Indonesia, khususnya sumber protein hewani.

Berbagai jenis ikan memilki potensi ekonomis tinggi seperti udang, tuna/cakalang, kakap, tongkol, tenggiri, cumi–cumi, ikan–ikan karang (kerapu, beronang, udang karang), ikan hias, kerang – kerangan (termasuk kerang mutiara) dan rumput laut.  Potensi sumberdaya laut tersebut diperkirakan mencapai 6,2 juta ton/tahun.

Selengkapnya: Pentingnya Peran Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan di dalam Mendukung Pembangunan Perikanan...

Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan Kembangkan Minapolitan Patin dan Nila

Sesuai  dengan  tujuan pengembangan  kawasan  minapolitan, wilayah  yang  terpilih  sebagai  kawasan  minapolitan  perlu  didorong  untuk melakukan  percepatan pengembangan  wilayah melalui  usaha kelautan dan perikanan sebagai kegiatan  utamanya.    Program Minapolitan  digulirkan sebagai akselerator  bagi pembangunan  kelautan dan perikanan berbasis kawasan yang mampu mem-bangkitkan  multiplier  effect perekonomian  daerah dan untuk menunjang pencapaian  visi  Kementerian Kelautan  dan  Perikanan (KKP)  yaitu  “Indonesia sebagai  Penghasil  Produk Perikanan Terbesar Tahun 2015”  dengan  misi  “Meningkatkan  Kesejahteraan Masyarakat  Kelautan  dan Perikanan”.  Karenanya dukungan  komitmen daerah  terhadap  pengembangan  usaha  perikanan di wilayahnya menjadi kebutuhan bagi keberhasilan program  pengembangan kawasan minapolitan.

Selengkapnya: Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan Kembangkan Minapolitan Patin dan Nila

Industrialisasi Catfish yang Berdaya Saing untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Gizi serta Perekonomian Nasional

Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, Ditjen P2HP bekerjasama dengan Komisi Catfish  Indonesia (KCI) menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) dalam rangka mendorong industrialisasi catfish yang berdaya saing untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi serta perekonomian nasional (18 – 19 Agustus 2014 di Medan Sumut). Hadir pada rakor tersebut diantaranya perwakilan KKP (Dirjen P2HP, Dirjen Perikanan Budidaya, Direktur Pemasaran Dalam Negeri dan Direktur Pemasaran Luar Negeri), Pengurus dan Anggota KCI, Dinas KP Provinsi (Sumut, Riau, Jambi dan Sulsel), Dinas KP Kab Serdang Bedagai, BUMN (PT Perikanan Nusantara dan Bulog) dan Pelaku Usaha (PT Expravet Nasuba, PT CPP - Medan dan Pengolah Ikan Sumut).

Rakor KCI membahas perkembangan bisnis catfish  di Indonesia (lele dan patin). Medan dipilih menjadi tempat berlangsungnya rakor karena potensi bisnis catfish  yang cukup besar. Meskipun pada tahun 2014 ini Provinsi Sumut bukan termasuk daerah fokus pengembangan budidaya patin, namun ternyata Provinsi Sumut memiliki potensi industri patin yang cukup besar dengan hadirnya PT Expravert Nasuba yang bergerak di bidang pengolahan fillet patin. Dirjen Perikanan Budidaya cukup kaget dengan potensi patin yang dimiliki oleh Provinsi Sumut. Dirjen Perikanan Budidaya mengatakan bahwa melihat perkembangan patin di Provinsi Sumut yang menggembirakan, maka pada tahun 2015 Ditjen Perikanan Budidaya bekerjasama dengan Ditjen P2HP akan mendukung industrialisasi patin di Provinsi Sumut.

Selengkapnya: Industrialisasi Catfish yang Berdaya Saing untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Gizi serta...

Компания Сансити

Serial Manfaat Ikan

Kontribusi Protein Ikan

Sebagai bahan pangan, ikan mempunyai banyak keunggulan dibanding sumber protein hewani lainnya seperti daging sapi, daging ayam, telur dan susu.  Ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik dan prospektif.  Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang banyaknya keunggulan yang terdapat pada ikan khususnya masyarakat yang lokasinya jauh dari wilayah pantai atau sumber ikan. Bahkan, masih banyak...

Selengkapnya...
Kepala Ikan Kakap, Makanan Kaya Kandungan Omega 3

Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi sebagai sumber daya perairan untuk pengembangan usaha budidaya ikan yang cukup tinggi, tetapi jika Anda lihat secara spesifik seperti budidaya ikan kakap, ternyata menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan (seperti dilansir dalam asiapolitan.com) belum begitu banyak mendapat perhatian dari masyarakat luas terutama di Indonesia, sedangkan pada negara – negara lain seperti : Malaysia, Thailand...

Selengkapnya...
Ikan Turunkan Resiko Kanker Prostat

Hubungan antara diet dan kanker Banyak riset yang telah merekomendasikan untuk lebih banyak makan ikan guna menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal The Lancet mengatakan bahwa laki-laki yang lebih banyak makan ikan mempunyai risiko menderita kanker prostat yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki yang sedikit atau tidak sama sekali makan ikan.  

Selengkapnya...
Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker

“Tinta  cumi-cumi  yang  oleh  sebagian orang dianggap sebagai limbah  tak  berguna,  ternyata dapat dijadikan sebagai obat kanker” Benarkah? Baru-baru  ini  para  peneliti  me-nemukan  bahwa  tinta  cumi-cumi benar-benar  dapat  melawan  kanker sebagaimana dirilis di ogahrugi.com. Cumi-cumi  merupakan  salah  satu seafood  yang  sangat  populer  di  kalangan  pecinta  makanan  laut.  Teksturnya kenyal dan lembut...

Selengkapnya...
Ikan Penyuplai Protein

Sebagai  negara  kepulauan,  Indonesia  memiliki potensi  sumberdaya  perikanan yang sangat besar.  Sumbangan  PDB  perikanan  Indonesia  tidak dapat  dipisahkan  dari perkembangan  perikanan budidaya, yang tumbuh secara  signifkan  dari  tahun ke  tahun.    Ketika  perikanan tangkap tumbuh hanya sekitar 25% dalam 9 tahun antara  tahun  2000-2008, produksi perikanan  budidaya  telah melonjak  hampir  mencapai  400%  pada...

Selengkapnya...

Kilas Perdagangan Dunia

Regulasi UE mengenai label produk ikan (fish labelling) – Regulation No 1379/2013 – akan mulai diberlakukan tanggal 14 Desember 2014. Latar belakang regulasi tersebut adalah untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai produk ikan kepada konsumen. Dengan demikian, konsumen bisa menentukan keputusan berdasarkan informasi yang lengkap (informed choice). Di dalam regulasi tersebut diatur antara lain mengenai label produk ikan yang akan dipasarkan di UE, baik dari negara anggota UE maupun dari luar (third countries). Produk ikan yang dimaksud meliputi: (a) ikan hidup; ikan segar, dingin dan beku; fillet ikan segar atau beku, dan daging ikan lainnya (dicincang maupun tidak); (b) ikan dalam...

Selengkapnya...
Ulasan Singkat FAO 2014: Peluang dan Tantangan Sektor Perikanan

Dalam laman websitenya, FAO telah merilis publikasi anyar The State of World Fisheries and Aquaculture 2014: Peluang dan Tantangan. Pada artikel di bawah ini akan diulas resume dari publikasi FAO tersebut. Perikanan tangkap dan budidaya berperan penting dalam pencapaian tujuan strategis dari FAO yaitu mengurangi tingkat kelaparan, malnutrisi dan ketidakamanan pangan. Dalam publikasinya dinyatakan bahwa orang-orang belum pernah mengkonsumsi ikan sebanyak seperti saat ini. Kenaikan permintaan menyebabkan sektor perikanan menjadi lebih produktif, efisien dan berkelanjutan pada sistem produksinya sekaligus berperan dalam mengurangi kemiskinan di pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan terhadap...

Selengkapnya...
Matrel Foods: Uraikan Konsentrat Protein Dari Cumi-cumi Raksasa

Tepung cumi-cumi raksasa Tepung cumi-cumi raksasa (giant squid) murni sangat sulit digunakan,  sebab ia memiliki rasa yang sangat tajam. “Kami telah mampu menghilangkan karakteristik tepung dari bau dan rasanya. Pekerjaan yang sulit, karena dilakukan tanpa menghilangkan kualitas bahan bakunya”, begitu komentar Carase Saravia, chief of investigation and development  di Fleiscmann-Peru-Casa, perusahaan yang tertarik dalam proyek penggunaan proteinol dalam pre-mix untuk dijadikan berbagai jenis produk roti lain yang mengandung protein tinggi.   Manfaat Dibanding roti lain, kandungan kalorinya tidak banyak; akan tetapi roti dari proteinol memiliki 25% protein lebih tinggi dari roti pada...

Selengkapnya...

Ikan patin dan pindang Indonesia masih menjadi konsumsi dalam negeri. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendorong penjualannya hingga ke Eropa dan Amerika Serikat (AS). Selama ini, ada tiga jenis ikan yang menjadi fokus digenjot pemerintah, yaitu patin, pindang dan bandeng. Ikan yang disebutkan terakhir itu sebanyak 30% sudah diekspor ke berbagai negara. Menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saud Hutagalung, target ekspor bandeng selama ini adalah Uni Eropa, AS, China dan Jepang. "Tren pasar akan terus ditingkatkan. Pemasaran bandeng masih AS tujuan utamanya, dan targetnya memburu pasar Afrika dan Timur Tengah," katanya, di sela acara Festival Perikanan...

Selengkapnya...
Fish and Chips, Cara Praktis Makan Ikan

Fish and chips adalah makanan siap santap yang umumnya dibeli dari sebuah gerai penjualan khusus dan dinikmati ditempat lain.  Dalam bahasa “gaul”, toko yang menjual fish and chips disebut sebagai Chippy atau Chipper. Menu asli fish and chips terdiri dari ikan ditepungi dan digoreng serta potongan kentang yang digoreng pula.  Menu tersebut dilengkapi dengan saus tartar atau mayonnaise, dan potongan jeruk lemon.  Ada pula sejumlah restaurant yang menyajikan menu tersebut, namun umumnya telah dilengkapi dengan salad.  Aslinya, menu tersebut berasal dari Inggris sekitar tahun 1850-an dan terus berkembang ke Negara persemakmuran tetapi sekarang telah mendunia.  Fish and chips adalah menu...

Selengkapnya...

Profil Komoditi

Kontak


Admin WPI

Statistik Website

311089
Hari iniHari ini226
KemarinKemarin426
Minggu iniMinggu ini3521
Bulan iniBulan ini12328
TotalTotal311089
Statistik created: 2015-05-24T11:03:51+08:00