Untuk dapat mengunduh file e-paper wpi edisi 2011 silahkan lihat daftar di bawah ini :
5. WPI Mei-2011
10. WPI Oktober-2011
|
||||||
|
Anda adalah pengunjung ke : |
![]() Untuk dapat mengunduh file e-paper wpi edisi 2011 silahkan lihat daftar di bawah ini : 5. WPI Mei-2011 10. WPI Oktober-2011 Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak/membusuk apabila dibiarkan pada suhu udara normal. Proses pembusukan oleh bakteri dan enzim akan segera berlangsung segera setelah ikan mati. Ikan sudah tidak layak lagi dimakan apabila dibiarkan pada suhu kamar kira-kira 15 jam setelah ikan mati, ada ikan yang agak tahan dan ada ikan yang lebih cepat busuknya tergantung dari jenis ikannya. Kemunduran mutu atau proses pembusukan ikan lebih cepat dibandingkan dengan pembusukan daging yang berasal dari hewan darat yang lain. Untuk menghambat atau memperlambat proses kemunduran mutu ini dapat dilakukan dengan diterapkannya suhu dingin (teknologi refrigerasi) karena dengan suhu dingin bakteri tidak dapat berkembang biak dan aktivitasnya sangat terhambat, demikian pula aktivitas enzim dan reaaksi kimia lainnya. Dalam kegiatan industri perikanan, perjalanan hasil produksi perikanan baik dari tangkapan maupun budidaya sampai ke konsumen melalui beberapa tahapan yaitu mulai saat ikan ditangkap di atas kapal, dipanen dari tambak atau kolam atau perairan umum, pedagang, PP/TPI, UPI, selama distribusi dan pemasarannya. Agar produk ini terjaga kesegarannya, maka suhu ikan hasil tangkapan atau hasil panen diupayakan selalu tetap rendah, yakni dengan menerapkan teknologi refrigerasi diantaranya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan es atau menggunakan peralatan refrigerasi. Salah satu sarana penting dalam rantai pemasaran adalah pengangkutan hasil perikanan untuk didistribusikan ke konsumen. Agar kualitas hasil perikanan yang dipasarkan tetap terjaga mutunya, maka sudah barang tentu semua kendaraan yang digunakan mengangkut ikan harus mampu mempertahankan suhu dingin yang dibutuhkan baik untuk ikan segar maupun mengawetkan produk beku. Continue reading Sarana Pengangkutan Berpendingin untuk Pemasaran Hasil Perikanan Pada tahun 1993, Djoko Hariadi mengundurkan diri dari salah satu perusahaan swasta tempatnya bekerja untuk mencoba usaha sendiri. Keputusan ini beliau ambil karena merasa tidak puas berprofesi sebagai seorang karyawan. Bisnis yang pertama kali beliau tekuni yaitu sebagai supplier alat tulis kantor, tetapi dirasa tidak berkembang kemudian beralih ke usaha antar jemput anak sekolah. Namun, usaha tersebut tidak mengalami kemajuan dan hanya bertahan dalam kurun waktu 2 tahun saja. Djoko pun beralih ke usaha perdagangan elektronik, namun seiring harga yang terus meningkat bisnis inipun tidak mengalami perkembangan. Awal tahun 2004, secara tidak sengaja Djoko ditawari seseorang untuk bekerja sama mengembangkan usaha abon yang saat itu nyaris mengalami kebangkrutan. Djoko merasa tertarik karena ia melihat abon merupakan jenis makanan yang unik, yaitu praktis sebagai lauk maupun diolah lagi menjadi makanan lain. Selain itu, abon juga digemari oleh berbagai kalangan masyarakat baik tua maupun muda. Jatuh Cinta dengan Usaha Abon Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Djoko memantapkan diri untuk bergelut di usaha pembuatan abon dengan modal awal sekitar 35 juta rupiah. Untuk legalitas usaha, Djoko mendaftarkan usahanya dengan nama CV. Rizki Intan Abadi. Awalnya, abon yang yang beliau produksi sebanyak 3 jenis yaitu abon ayam, abon sapi, dan abon ikan. Seiring berjalannya waktu, akhirnya Djoko hanya memproduksi abon ikan. Abon ayam berhenti total karena dampak flu burung. Sedangkan, abon sapi dirasa kurang menguntungkan karena harga daging yang meningkat terus menerus. Continue reading Abon Ikan Marlin Pembawa Rezeki Akhir-akhir ini, terdapat fenomena baru mengenai alur perdagangan ikan. Ikan yang semula dijual di dalam pasar atau dengan perantara pedagang keliling perempuan, saat ini melalui perantara pedagang keliling laki-laki. Bahkan, kemampuan jelajah dan kapasitas ikan yang dijual lebih besar dan beragam. Menggunakan sarana bergerak roda dua dan box bermuatan lebih dari 25 kilogram, ikan dapat sampai ke tangan konsumen dengan lebih mudah dan dalam keadaan yang masih segar. Jumlah pedagang keliling di Kabupaten Malang sebanyak 168 pedagang yang tersebar luas di seluruh Kabupaten Malang bahkan beberapa diantaranya memasok ke pasar induk Kota Malang, dan salah satunya bernama Bawono. Tuna, Ikan yang Selalu Tersedia Sejak tahun 2001, bapak tiga orang anak ini mulai mengukir nasibnya sebagai pedagang ikan keliling. Berbekal keyakinan mengenai masyarakat yang mulai menggemari ikan, Bawono mulai mengubah nasibnya dari peternak sapi perah ke pedagang keliling ikan dengan membawa ikan 30 kilogram setiap hari meliputi wilayah pemasaran di sekitar tempat tinggalnya yaitu Kecamatan Bantur, sebuah kecamatan di Malang Selatan. Berbekal dorongan istri yang berprofesi sebagai guru, pria ini menjalankan usahanya dengan niat dan kerja keras untuk membuktikan keyakinannya akan kegemaran makan ikan yang mulai meningkat di masyarakat sekitarnya.
Pasokan Ikan Bawono tidak hanya memperoleh ikan dari Pelabuhan Perikanan Sendang Biru, namun juga berasal dari Pasar Induk Kota Malang terutama untuk ikan yang berasal dari pantai utara. Peredaran ikan di Kabupaten Malang sangat ditentukan oleh peran para pedagang keliling dan para penyuplai ikan skala besar yang jumlahnya mencapai 75 orang. Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang telah mendampingi langkah para pedagang keliling dan penyuplai ikan ini melalui dukungan sarana peningkatan mutu ikan yaitu box berinsulated, sehingga konsumen bisa mendapatkan ikan dengan kualitas kesegaran yang masih terjaga. Continue reading Bawono, Pedagang Ikan Keliling di Kabupaten Malang Sukseskan GEMARIKAN
Leusin berguna untuk melanggar dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk mem-bantu kerja neurotransmitter. Tingginya kadar asam glutamat dalam belut belut membuat rasanya enak dan gurih. Dalam proses pematangan tidak perlu ditam-bahkan penyedap rasa dalam bentuk monosodium glutamat (MSG). Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dikenal sebagai hormon pertumbuhan manusia (HGH). HGH, yang akan membantu meningkatkan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil tes laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin fungsi menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg / 100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari memenuhi kebutuhan tu-buh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Badan membutuhkan zat besi untuk mencegah anemia, yang ditandai dengan tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu. Zat besi ini berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang membawa oksigen ke jaringan seluruh tubuh. Oksigen kemudian berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, lelah, dan tidak bertenaga. Besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga rentan terhadap berbagai penyakit menular. Continue reading Belut, Bikin Geli Namun Kaya Gizi
Dalam laporan FAO bahwa apa yang sudah dikembangkan dalam pembangunan budidaya di Indonesia masih jauh tertinggal dari apa yang sudah dikembangkan oleh China. Total produksi budidaya China tahun 2008 yaitu 42.669,7 ribu ton sedangkan total produksi budidaya Indonesia yaitu 3.835,2 ribu ton pada tahun yang sama. Di sisi lain, berdasarkan berbagai laporan FAO, konsumsi per kapita ikan masyarakat Indonesia tertinggal hampir dari semua negara di ASEAN, bahkan per kapita konsumsi ikan Malaysia dan Singapura lebih dari dua kali masyarakat Indonesia. Tahun 2009, tercatat tingkat konsumsi ikan Indonesia sebesar 29,08 kg per kapita dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 30,48 kg per kapita. Rendahnya tingkat konsumsi ikan Indonesia ini disebabkan kondisi ekonomi masyarakat, dan masih sulitnya mendapat ikan di daerah pelosok. Karena arus distribusi lambat, ikan segar tidak lagi murah sampai ke tangan konsumen. Disisi lain, meskipun tingkat konsumsi ikan per kapita Indonesia masih rendah, namun perkembangannya menunjukkan peningkatan. Memang pertumbuhannya tidak terlalu tinggi seperti Kamboja atau Singapura, tetapi masih lebih tinggi dibanding Brunei, Thailand, dan China (Tabel 1). Continue reading Ikan Penyuplai Protein
Sesuai dengan tujuan pengembangan kawasan minapolitan, wilayah yang terpilih sebagai kawasan minapolitan perlu didorong untuk melakukan percepatan pengembangan wilayah melalui usaha kelautan dan perikanan sebagai kegiatan utamanya. Program Minapolitan digulirkan sebagai akselerator bagi pembangunan kelautan dan perikanan berbasis kawasan yang mampu mem-bangkitkan multiplier effect perekonomian daerah dan untuk menunjang pencapaian visi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yaitu “Indonesia sebagai Penghasil Produk Perikanan Terbesar Tahun 2015” dengan misi “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan”. Karenanya dukungan komitmen daerah terhadap pengembangan usaha perikanan di wilayahnya menjadi kebutuhan bagi keberhasilan program pengembangan kawasan minapolitan. Wilayah Kabupaten Banjar memiliki luas wilayah sebesar +/- 4.668,50 km2 yang secara administratif dibagi menjadi 19 kecamatan yang selanjutnya dibagi dalam 290 kelurahan/desa, dengan jumlah penduduk 498.085 jiwa. Kabupaten Banjar dipilih sebagai kawasan minapolitan karena kawasan ini memiliki akses entry-point dari semua penjuru, berdekatan langsung dengan pelabuhan udara dan laut, serta berdekatan dengan jalur Trans Kalimantan. Potensi Wilayah Pengembangan minapolitan di Kalimantan Selatan dilakukan di Kabupaten Banjar yang memiliki potensi dengan 3 sungai utama yaitu Sungai Martapura, Sungai Riam Kanan dan Sungai Riam Kiri. Luas areal budidaya yang dapat dimanfaatkan di Sungai Martapura sekitar 427.133 Ha, di Sungai Riam Kanan seluas 161.132 Ha, dan di Sungai Riam Kiri luas seluas 191.132 Ha. Dari potensi sungai yang ada, sudah dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya ikan dalam karamba sebanyak 2.525 unit (untuk nila, mas, bawal dan betutu). Selain sungai, juga terdapat Waduk Riam Kanan seluas 9.200 Ha dan Waduk Mandikapau seluas 530 Ha. Potensi lainnya adalah perairan laut seluas 15 ribu Ha dengan panjang garis pantai 26 km. Perairan rawa seluas 65.030 ha dengan drainase tergenang selama 3-6 bulan dan seluas 79.255 ha dengan drainase tergenang selama 1 tahun. Komitmen Daerah Sebagai wujud komitmen daerah atas penetapan Kabupaten Banjar sebagai salah satu pengembangan kawasan minapolitan, maka sejak tahun 2008 telah dikeluarkan SK Bupati Banjar No : 241 tentang Penetapan Kawasan Perikanan Budidaya/Minapolitan Kabupaten Banjar. Kawasan minapolitan yang ditetapkan meliputi 2 kawasan yaitu “Kawasan Minapolitan Cindai Alus” dan “Kawasan Riam Kanan”. Continue reading Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan Kembangkan Minapolitan Patin dan Nila “Tinta cumi-cumi yang oleh sebagian orang dianggap sebagai limbah tak berguna, ternyata dapat dijadikan sebagai obat kanker”
Benarkah?
Indonesia sendiri adalah negara maritim yang sangat akrab dengan cumi-cumi yang cukup berlimpah. Ada peluang terbuka untuk ekspor makanan laut yang satu ini. Semua bagian dari tubuh cumi-cumi relatif dapat dimakan. Mungkin bagi sebagian orang, bagian kaki (part growled) perlu dibuang, meskipun banyak juga yang tidak menolak. Satu-satunya bagian dari tubuh cumi-cumi yang bi-asa dibuang adalah tintanya, karena tidak menambah daya tarik penampilan bahkan rasa jika ikut dimasak. Tapi, tak ada yang mengira sebelumnya bahwa tinta cumi yang hitam itu ternyata membawa khasiat luar biasa, setidaknya pada hewan percobaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hiroki University di Jepang, tinta cumi dapat mengaktifkan sel darah putih untuk melawan tumor. Penelitian dilakukan terhadap 15 ekor tikus yang dikembangkan dalam tubuhnya penyakit tumor ganas. Tikus-tikus tersebut diberi suntikan tiga dosis cairan tinta cumi atau sekitar 200 mg tinta cumi. Ternyata hanya tiga tikus yang mati, sisanya tetap hidup. Sebagai perbandingan, 15 tikus lainnya yang juga menderita penyakit yang sama tidak diberikan suntikan tinta cumi dan semua mati dalam waktu tiga minggu. Continue reading Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker? Informasi pasar merupakan satu syarat penting dalam pengembangan pemasaran sesuai dengan dinamika perubahan pasar yang sangat cepat, dimana pasar merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan. Karenanya kebutuhan dan tuntutan informasi pasar perikanan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun, yaitu informasi pasar yang berkualitas, cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menuntut kerja keras pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem jaringan pasar melalui Pelayanan Informasi Pasar yang memadai. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka petugas informasi pasar mempunyai peranan dan tugas yang penting. Sebagai upaya membangun informasi pasar yang lebih baik, telah dilakukan Temu Koordinasi Petugas Pelayanan Informasi Pasar yang diselenggarakan pada tanggal 23 -25 Maret 2011 di Jakarta dengan peserta sebanyak 64 orang petugas informasi pasar Provinsi/Kabupaten/Kota. Pertemuan bertujuan meningkatkan koordinasi petugas PIP sekaligus menyamakan persepsi dan memantapkan langkah operasional kegiatan pemasaran hasil perikanan, mengevaluasi dan mengidentifkasi masalah/ kendala yang terjadi dalam memperluas sistem informasi pasar sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelaku pasar. Continue reading Temu Koordinasi Petugas Informasi Pasar : “Upaya Membangun Informasi Pasar Yang Lebih Baik” Guna mempromosikan produk lokal yang segar berkualitas yang meliputi buah, sayur, ikan, daging dan unggas serta menciptakan pengalaman berbelanja yang baru bagi konsumen di Indonesia, Carrefour menggelar Farmer and Fishermen Week “Kampoeng Carrefour” yang secara serentak dilakukan di 81 gerai Carrefour di seluruh Indonesia, termasuk di Jakarta. Aneka hasil bumi, serba segar alami tersebut dipamerkan selama dua minggu dari tanggal 6 hingga 15 Maret 2011. Kegiatan ini melibatkan 37 pemasok, dan asosiasi petani, antara lain pemasok buah, pemasok sayur, pemasok ayam, ikan, daging sapi, bumbu dan rempah serta pemasok kambing/domba. KKP Menggandeng Ritel Modern Dalam kesempatan tersebut, KKP melakukan terobosan dengan menggandeng perusahaan ritel Carrefour sebagai upaya meningkatkan distribusi pemasaran produk perikanan dan kelautan sekaligus guna mensukseskan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Sebelumnya, KKP membuat program sejenis yaitu menggandeng PT Pos melalui Perangko Gemarikan. Kerjasama ini sebagai bentuk keberpihakan peritel modern terhadap pentingnya masyarakat untuk memperoleh produk perikanan yang segar, berkualitas dengan harga terjangkau. Carrefour, dengan sistem jaringan logistik dan distribusi kuat, diyakini dapat menjadi mitra strategis UKM sektor kelautan dan perikanan dalam mendukung distribusi produk-produk perikanan ke seluruh wilayah Nusantara. Disisi lain, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang telah dicanangkan KKP juga merupakan upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesehatan serta kecerdasan masyarakat. Continue reading Farmers and Fishermans Week : “Kampoeng Carrefour” Lebak Bulus |
|||||
|
Copyright © 2012 Direktorat Jenderal Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan - All Rights Reserved
|
||||||
Recent Comments