Jadwal Kegiatan

Polling WPI

Makanan seafood yang disuka?

View Results

Loading ... Loading ...
Anda adalah pengunjung ke :

News Update

Seekor ikan tuna laku terjual US$ 736.500 (sekitar Rp 6,7 miliar) dalam lelang di pasar ikan Tsukiji, Tokyo, Jepang, Kamis (5/1/2012), menjadikannya sebagai ikan termahal di dunia. Tuna sirip biru raksasa dengan bobot 269 kilogram ini ditangkap di perairan Jepang timur laut. Dengan harga tersebut, 1 kilogram tuna bernilai sekitar US$ 1.200.
Sumber
berita.liputan6.com

Recent Comments

    " AYO MAKAN IKAN "          "Anda Gemar Menulis?", Redaksi Majalah WPI menerima tulisan terkait pemasaran produk perikanan. Kontak WPI, email: warta_pasar_ikan@kkp.go.id

    E-Paper 2011

    Untuk dapat mengunduh file e-paper wpi edisi 2011 silahkan lihat  daftar di bawah ini :

    1. WPI Januari-2011

    2. WPI Februari-2011

    3. WPI Maret-2011

    4. WPI April-2011

    5. WPI Mei-2011

    6. WPI Juni-2011

    7. WPI Juli-2011

    8. WPI Agustus-2011

    9. WPI September-2011

    10. WPI Oktober-2011

    11. WPI November-2011

    12. WPI Desember-2011

    Sarana Pengangkutan Berpendingin untuk Pemasaran Hasil Perikanan

    Ikan  merupakan  bahan pangan  yang  sangat  mudah  rusak/membusuk apabila  dibiarkan  pada  suhu udara  normal.  Proses  pembusukan oleh bakteri dan  enzim  akan  segera  berlangsung segera setelah ikan mati. Ikan sudah tidak layak lagi dimakan apabila  dibiarkan  pada  suhu kamar  kira-kira  15  jam  setelah  ikan mati, ada  ikan yang agak tahan dan ada ikan yang lebih  cepat  busuknya  tergantung  dari  jenis  ikannya.  Kemunduran  mutu  atau  proses pembusukan  ikan  lebih  cepat dibandingkan  dengan  pembusukan  daging  yang  berasal dari hewan darat yang lain.

    Untuk  menghambat  atau memperlambat  proses  kemunduran mutu  ini dapat dilakukan  dengan  diterapkannya  suhu  dingin  (teknologi refrigerasi)  karena  dengan suhu dingin bakteri  tidak dapat berkembang biak dan aktivitasnya  sangat  terhambat, demikian pula aktivitas enzim dan reaaksi kimia lainnya.

    Dalam  kegiatan  industri perikanan,  perjalanan  hasil produksi  perikanan  baik  dari tangkapan  maupun  budidaya sampai  ke  konsumen melalui beberapa tahapan yaitu mulai saat ikan ditangkap di atas kapal, dipanen dari tambak atau kolam  atau  perairan  umum, pedagang,  PP/TPI,  UPI,  selama  distribusi  dan  pemasarannya.  Agar  produk  ini  terjaga kesegarannya, maka suhu ikan hasil tangkapan atau hasil panen diupayakan selalu tetap rendah,  yakni  dengan  menerapkan  teknologi  refrigerasi diantaranya  adalah  dengan mengoptimalkan  penggunaan es  atau menggunakan peralatan refrigerasi.

    Salah  satu  sarana  penting dalam  rantai pemasaran  adalah  pengangkutan  hasil  perikanan  untuk  didistribusikan ke  konsumen.  Agar  kualitas hasil perikanan yang dipasarkan  tetap  terjaga  mutunya, maka  sudah  barang  tentu  semua  kendaraan  yang  digunakan     mengangkut  ikan harus mampu  mempertahankan suhu dingin  yang dibutuhkan baik untuk ikan segar maupun mengawetkan produk beku. Continue reading Sarana Pengangkutan Berpendingin untuk Pemasaran Hasil Perikanan

    Abon Ikan Marlin Pembawa Rezeki

    Jatuh Bangun Menggeluti Usaha

    Pada tahun 1993, Djoko Hariadi  mengundurkan diri  dari  salah  satu  perusahaan  swasta  tempatnya bekerja  untuk  mencoba usaha  sendiri.  Keputusan ini  beliau  ambil  karena merasa tidak puas berprofesi  sebagai  seorang  karyawan. Bisnis yang pertama kali  beliau  tekuni  yaitu sebagai supplier   alat  tulis kantor,  tetapi dirasa  tidak berkembang kemudian beralih  ke  usaha  antar  jemput anak sekolah. Namun, usaha  tersebut  tidak mengalami kemajuan dan hanya  bertahan  dalam  kurun waktu 2  tahun saja. Djoko pun  beralih  ke usaha  perdagangan  elektronik,  namun  seiring  harga  yang terus  meningkat  bisnis inipun  tidak  mengalami perkembangan.

    Awal  tahun  2004,  secara  tidak  sengaja  Djoko ditawari  seseorang  untuk bekerja  sama  mengembangkan  usaha  abon  yang saat  itu  nyaris  mengalami  kebangkrutan. Djoko merasa  tertarik  karena  ia melihat  abon  merupakan jenis makanan  yang  unik, yaitu  praktis  sebagai  lauk maupun  diolah  lagi  menjadi  makanan  lain.  Selain itu,  abon  juga  digemari oleh  berbagai  kalangan masyarakat baik  tua maupun muda.

    Jatuh Cinta dengan Usaha Abon

    Setelah mempertimbangkan  beberapa  hal, Djoko  memantapkan  diri untuk  bergelut  di  usaha pembuatan  abon  dengan modal awal sekitar 35 juta rupiah.  Untuk legalitas usaha,  Djoko  mendaftarkan  usahanya  dengan nama  CV.  Rizki Intan Abadi. Awalnya, abon yang yang  beliau  produksi  sebanyak  3  jenis  yaitu  abon ayam, abon sapi, dan abon ikan.  Seiring  berjalannya waktu,  akhirnya  Djoko hanya memproduksi  abon ikan. Abon  ayam  berhenti total  karena  dampak  flu burung.  Sedangkan,  abon sapi  dirasa  kurang  menguntungkan  karena  harga daging  yang  meningkat terus menerus. Continue reading Abon Ikan Marlin Pembawa Rezeki

    Bawono, Pedagang Ikan Keliling di Kabupaten Malang Sukseskan GEMARIKAN

    Akhir-akhir  ini,  terdapat  fenomena baru mengenai alur perdagangan  ikan.  Ikan yang  semula  dijual  di dalam  pasar  atau  dengan perantara  pedagang  keliling  perempuan,  saat  ini melalui  perantara  pedagang  keliling  laki-laki. Bahkan, kemampuan jelajah  dan  kapasitas  ikan yang dijual lebih besar dan beragam.  Menggunakan sarana bergerak  roda dua dan  box  bermuatan  lebih dari 25 kilogram, ikan dapat sampai ke tangan konsumen  dengan  lebih mudah  dan  dalam  keadaan yang masih segar. Jumlah pedagang  keliling  di  Kabupaten Malang sebanyak 168 pedagang  yang  tersebar  luas  di  seluruh  Kabupaten  Malang  bahkan beberapa diantaranya memasok ke pasar induk Kota Malang, dan salah satunya bernama Bawono.

    Tuna, Ikan yang Selalu Tersedia

    Sejak  tahun  2001, bapak  tiga orang anak  ini mulai mengukir  nasibnya sebagai  pedagang  ikan keliling.  Berbekal  keyakinan mengenai masyarakat yang  mulai  menggemari  ikan, Bawono mulai  mengubah  nasibnya  dari  peternak sapi perah ke pedagang keliling  ikan dengan membawa  ikan    30  kilogram  setiap  hari meliputi wilayah  pemasaran  di sekitar  tempat  tinggalnya yaitu  Kecamatan  Bantur, sebuah kecamatan di Malang  Selatan.    Berbekal dorongan  istri  yang  berprofesi  sebagai  guru,  pria ini menjalankan usahanya dengan  niat  dan  kerja keras  untuk  membuktikan  keyakinannya  akan kegemaran  makan  ikan yang mulai meningkat  di masyarakat  sekitarnya.

    Keyakinan  tersebut  akhirnya  terbukti,  kapasitas penjualan  ikan  Bawono mulai mengalami peningkatan.  Pada  tahun  2002, kapasitas  penjualan  ikan mulai meningkat menjadi 75 -100  kilogram  setiap hari.  Ikan  yang  dijualpun bervariasi,  tuna  merupakan  ikan  yang  selalu tersedia untuk dijual karena  Pelabuhan  Perikanan Sendangbiru    mudah  dijangkau  dari  kecamatan beliau.  Tuna  telah  menjadi  trade  mark  Bawono dalam  berjualan  ikan, ikan  ini selalu dibawa dalam  keadaan  segar  dengan ukuran yang beragam mulai  dari  setengah  kilogram  hingga  diatas  lima kilogram  per  ekor.  Tidak hanya  tuna, Bawono  juga menyediakan  ikan  cakalang,  layang,  tongkol, tenggiri,  lemadang,  lauro, dan marlin.

    Pasokan Ikan

    Bawono  tidak  hanya memperoleh  ikan  dari Pelabuhan Perikanan Sendang  Biru,  namun  juga berasal  dari  Pasar  Induk Kota  Malang  terutama untuk  ikan  yang  berasal dari  pantai  utara.  Peredaran  ikan  di  Kabupaten Malang sangat ditentukan oleh peran para pedagang keliling  dan  para  penyuplai  ikan skala besar yang jumlahnya  mencapai  75 orang. Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang  telah  mendampingi langkah  para  pedagang keliling  dan  penyuplai ikan ini melalui dukungan sarana peningkatan mutu ikan  yaitu  box  berinsulated, sehingga konsumen bisa  mendapatkan  ikan dengan kualitas kesegaran yang masih terjaga. Continue reading Bawono, Pedagang Ikan Keliling di Kabupaten Malang Sukseskan GEMARIKAN

    Belut, Bikin Geli Namun Kaya Gizi

    Di  Indonesia  ada tiga  jenis  ikan  belut,  yaitu  belut sawah  (Monopterus  albus zuieuw),  rawa  belut  (Synbranchus  bengalensis Mc. Clell),  dan  belut  bermata sangat  kecil  (Macrotema caligans). Belut sawah merupakan jenis paling dikenal di  Indonesia,  sedangkan belut  rawa  keberadaannya terbatas  sehingga  kurang dikenal. Panjang belut sangat bervariasi. Belut sawah hanya  berukuran  panjang 8,5  cm,  sementara  belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui  mencapai panjang 1,5 m. Sebagian  besar  budida-ya  belut  digunakan  untuk kebutuhan  konsumsi. Dilihat dari komposisi gizi, belut mempunyai nilai energi yang  relatif  tinggi,  yaitu 303 kkal per 100 gram daging. Nilai energi belut  jauh lebih  tinggi  dibandingkan telur (162 kkal / 100 g tanpa  kulit)  dan  daging  sapi (207  kkal  per  100  gram). Nilai  protein  pada  belut (18,4 g / 100 g daging) setara  dengan  protein  daging sapi  (18,8 g / 100g),  tetapi lebih  tinggi  dari  protein telur  (12,8  g/100  g).  Seperti jenis ikan lainnya, daya cerna  protein  dalam  belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi  semua kelompok  usia,  dari  bayi  hingga lansia.

    Leusin  berguna  untuk melanggar  dan  pembentukan  protein  otot.  Asam glutamat  sangat  diperlukan  untuk  meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk mem-bantu kerja neurotransmitter.  Tingginya  kadar  asam glutamat dalam belut belut membuat rasanya enak dan gurih. Dalam proses pematangan  tidak  perlu  ditam-bahkan  penyedap  rasa  dalam  bentuk  monosodium glutamat (MSG). Kandungan  arginin (asam  amino  nonesensial) pada belut dapat mempengaruhi  produksi  hormon pertumbuhan  manusia yang populer dikenal sebagai  hormon  pertumbuhan manusia  (HGH).  HGH, yang akan membantu meningkatkan otot dan mengurangi  penumpukan  lemak di  tubuh.  Hasil  tes  laboratorium  juga  menunjukkan  bahwa  arginin  fungsi menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

    Belut kaya akan zat besi (20 mg/100  g),  jauh  lebih tinggi  dibandingkan  zat besi pada  telur dan daging (2,8 mg / 100g). Konsumsi 125  gram  belut  setiap  hari memenuhi  kebutuhan  tu-buh akan zat besi, yaitu 25 mg  per  hari.  Badan membutuhkan  zat  besi  untuk mencegah  anemia,  yang ditandai  dengan  tubuh yang  mudah  lemah,  letih, dan lesu. Zat besi  ini  berguna  untuk membentuk  hemoglobin darah  yang  membawa  oksigen  ke  jaringan  seluruh tubuh.  Oksigen  kemudian berfungsi  untuk  mengoksidasi  karbohidrat,  lemak, dan protein menjadi energi untuk  aktivitas  tubuh.  Itulah  yang menyebabkan  gejala  utama  kekurangan  zat besi  adalah  lemah,  lelah, dan  tidak  bertenaga.  Besi juga berguna untuk meningkatkan  sistem  kekebalan tubuh, sehingga rentan terhadap  berbagai  penyakit menular. Continue reading Belut, Bikin Geli Namun Kaya Gizi

    Ikan Penyuplai Protein

    Sebagai  negara  kepulauan,  Indonesia  memiliki potensi  sumberdaya  perikanan yang sangat besar.  Sumbangan  PDB  perikanan  Indonesia  tidak dapat  dipisahkan  dari perkembangan  perikanan budidaya, yang tumbuh secara  signifkan  dari  tahun ke  tahun.    Ketika  perikanan tangkap tumbuh hanya sekitar 25% dalam 9 tahun antara  tahun  2000-2008, produksi perikanan  budidaya  telah melonjak  hampir  mencapai  400%  pada periode yang sama.

    Dalam  laporan  FAO bahwa  apa  yang  sudah dikembangkan  dalam pembangunan  budidaya  di Indonesia masih  jauh  tertinggal dari apa yang sudah dikembangkan oleh China.  Total  produksi  budidaya China  tahun  2008  yaitu 42.669,7  ribu  ton  sedangkan  total produksi budidaya  Indonesia  yaitu  3.835,2 ribu  ton  pada  tahun  yang sama.

    Di  sisi  lain,  berdasarkan  berbagai  laporan FAO,  konsumsi  per  kapita ikan  masyarakat  Indonesia    tertinggal  hampir  dari semua  negara  di  ASEAN, bahkan per kapita konsumsi  ikan  Malaysia  dan  Singapura  lebih  dari  dua  kali masyarakat  Indonesia.  Tahun  2009,  tercatat  tingkat konsumsi  ikan  Indonesia sebesar 29,08 kg per kapita dan pada tahun 2010 meningkat  menjadi  30,48  kg per kapita. Rendahnya tingkat konsumsi  ikan Indonesia  ini  disebabkan  kondisi ekonomi  masyarakat,  dan masih  sulitnya  mendapat ikan  di  daerah  pelosok. Karena  arus  distribusi lambat,  ikan  segar  tidak lagi murah  sampai  ke  tangan  konsumen. Disisi  lain, meskipun  tingkat konsumsi  ikan  per  kapita  Indonesia  masih  rendah,  namun perkembangannya menunjukkan  peningkatan.    Memang  pertumbuhannya tidak  terlalu  tinggi  seperti Kamboja  atau  Singapura, tetapi  masih  lebih  tinggi dibanding  Brunei,  Thailand, dan China (Tabel 1). Continue reading Ikan Penyuplai Protein

    Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan Kembangkan Minapolitan Patin dan Nila

    “Sesuai  Kepmen  No.  12/MEN/2010, minapolitan  adalah  konsepsi  pembangunan  ekonomi  kelautan  dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip  terintegrasi, efsiensi, berkualitas, dan percepatan (akselerasi). Minapolitan diterapkan pada komoditas-komoditas unggulan dan Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi percontohan klaster minapolitan”

    Sesuai  dengan  tujuan pengembangan  kawasan  minapolitan, wilayah  yang  terpilih  sebagai  kawasan  minapolitan  perlu  didorong  untuk melakukan  percepatan pengembangan  wilayah melalui  usaha kelautan dan perikanan sebagai kegiatan  utamanya.    Program Minapolitan  digulirkan sebagai akselerator  bagi pembangunan  kelautan dan perikanan berbasis kawasan yang mampu mem-bangkitkan  multiplier  effect perekonomian  daerah dan untuk menunjang pencapaian  visi  Kementerian Kelautan  dan  Perikanan (KKP)  yaitu  “Indonesia sebagai  Penghasil  Produk Perikanan Terbesar Tahun 2015”  dengan  misi  “Meningkatkan  Kesejahteraan Masyarakat  Kelautan  dan Perikanan”.  Karenanya dukungan  komitmen daerah  terhadap  pengembangan  usaha  perikanan di wilayahnya menjadi kebutuhan bagi keberhasilan program  pengembangan kawasan minapolitan.

    Wilayah  Kabupaten Banjar  memiliki  luas wilayah  sebesar  +/- 4.668,50 km2  yang  secara administratif  dibagi  menjadi  19  kecamatan  yang selanjutnya  dibagi  dalam 290  kelurahan/desa,  dengan  jumlah  penduduk 498.085  jiwa. Kabupaten Banjar  dipilih  sebagai  kawasan  minapolitan  karena  kawasan  ini  memiliki akses  entry-point dari  semua  penjuru,  berdekatan langsung  dengan  pelabuhan  udara  dan  laut,  serta berdekatan  dengan  jalur Trans Kalimantan.

    Potensi Wilayah

    Pengembangan  minapolitan  di  Kalimantan  Selatan  dilakukan  di Kabupaten  Banjar  yang memiliki potensi dengan 3 sungai utama yaitu Sungai Martapura,  Sungai  Riam Kanan  dan  Sungai  Riam Kiri.    Luas  areal  budidaya yang  dapat  dimanfaatkan di  Sungai Martapura  sekitar  427.133 Ha,  di  Sungai Riam Kanan seluas 161.132 Ha,  dan  di  Sungai  Riam Kiri luas seluas 191.132 Ha.

    Dari  potensi  sungai  yang ada,  sudah  dimanfaatkan masyarakat  untuk  budidaya  ikan  dalam  karamba sebanyak  2.525  unit  (untuk  nila,  mas,  bawal  dan betutu). Selain sungai, juga terdapat Waduk Riam Kanan  seluas  9.200  Ha  dan Waduk Mandikapau seluas 530 Ha.  Potensi  lainnya  adalah perairan laut seluas 15 ribu Ha  dengan  panjang  garis pantai  26  km.  Perairan rawa seluas 65.030 ha dengan drainase tergenang selama 3-6 bulan dan seluas 79.255 ha dengan drainase tergenang selama 1 tahun.

    Komitmen Daerah

    Sebagai  wujud  komitmen daerah atas penetapan Kabupaten  Banjar  sebagai salah  satu  pengembangan  kawasan minapolitan, maka sejak tahun 2008 telah dikeluarkan SK Bupati Banjar  No  :  241  tentang Penetapan  Kawasan  Perikanan  Budidaya/Minapolitan Kabupaten Banjar. Kawasan minapolitan yang ditetapkan  meliputi  2  kawasan yaitu “Kawasan Minapolitan Cindai Alus” dan “Kawasan Riam Kanan”. Continue reading Kabupaten Banjar – Kalimantan Selatan Kembangkan Minapolitan Patin dan Nila

    Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker?

    “Tinta  cumi-cumi  yang  oleh  sebagian orang dianggap sebagai limbah  tak  berguna,  ternyata dapat dijadikan sebagai obat kanker”

    Benarkah?

    Baru-baru  ini  para  peneliti  me-nemukan  bahwa  tinta  cumi-cumi benar-benar  dapat  melawan  kanker sebagaimana dirilis di ogahrugi.com. Cumi-cumi  merupakan  salah  satu seafood  yang  sangat  populer  di  kalangan  pecinta  makanan  laut.  Teksturnya kenyal dan lembut cocok untuk  berbagai  jenis  masakan,  seperti tepung  goreng,  bumbu  saus padang, saus mentega,  goreng  hingga  kering polos.

    Indonesia  sendiri  adalah  negara maritim yang sangat akrab dengan cumi-cumi yang cukup berlimpah. Ada peluang terbuka untuk ekspor makanan laut yang satu ini. Semua bagian dari  tubuh  cumi-cumi  relatif  dapat dimakan.  Mungkin  bagi  sebagian orang,  bagian  kaki  (part  growled) perlu dibuang, meskipun banyak juga yang  tidak  menolak.  Satu-satunya bagian dari tubuh cumi-cumi yang bi-asa  dibuang  adalah  tintanya,  karena tidak menambah daya tarik penampilan  bahkan  rasa  jika  ikut  dimasak. Tapi, tak ada yang mengira sebelumnya bahwa tinta cumi yang hitam itu ternyata membawa khasiat luar biasa, setidaknya pada hewan percobaan. Berdasarkan  penelitian  yang  dilakukan  oleh  Hiroki  University  di Jepang,  tinta  cumi dapat mengaktifkan  sel  darah  putih  untuk melawan tumor. Penelitian dilakukan terhadap 15    ekor  tikus  yang  dikembangkan dalam  tubuhnya  penyakit  tumor  ganas. Tikus-tikus  tersebut diberi  suntikan tiga dosis cairan tinta cumi atau sekitar 200 mg tinta cumi.   Ternyata hanya  tiga  tikus  yang  mati,  sisanya tetap  hidup.  Sebagai  perbandingan, 15 tikus  lainnya yang  juga menderita penyakit  yang  sama  tidak  diberikan suntikan  tinta  cumi dan  semua mati dalam waktu tiga minggu. Continue reading Tinta Cumi Bermanfaat untuk Obat Kanker?

    Temu Koordinasi Petugas Informasi Pasar : “Upaya Membangun Informasi Pasar Yang Lebih Baik”

    Informasi  pasar  merupakan satu syarat penting  dalam  pengembangan  pemasaran  sesuai  dengan dinamika perubahan pasar yang sangat cepat, dimana  pasar  merupakan faktor  utama  yang  perlu diperhatikan.  Karenanya kebutuhan  dan  tuntutan informasi  pasar  perikanan  juga  semakin  meningkat  dari  tahun  ke  tahun, yaitu  informasi pasar yang berkualitas,  cepat,  tepat, akurat  dan  dapat dipertanggungjawabkan.  Ini menuntut  kerja  keras  pemerintah pusat dan daerah dalam membangun  sistem jaringan  pasar melalui  Pelayanan  Informasi  Pasar yang  memadai.  Untuk mencapai  tujuan  tersebut, maka  petugas  informasi pasar mempunyai peranan dan tugas yang penting.

    Sebagai upaya membangun  informasi  pasar  yang lebih baik,  telah dilakukan Temu  Koordinasi  Petugas Pelayanan  Informasi Pasar yang diselenggarakan pada tanggal  23  -25 Maret  2011 di  Jakarta  dengan  peserta sebanyak 64 orang petugas informasi  pasar  Provinsi/Kabupaten/Kota.  Pertemuan bertujuan meningkatkan  koordinasi  petugas PIP sekaligus menyamakan persepsi dan memantapkan langkah operasional kegiatan  pemasaran  hasil  perikanan, mengevaluasi  dan mengidentifkasi  masalah/ kendala yang terjadi dalam memperluas  sistem  informasi  pasar  sesuai  dengan perkembangan  teknologi dan  kebutuhan  pelaku pasar. Continue reading Temu Koordinasi Petugas Informasi Pasar : “Upaya Membangun Informasi Pasar Yang Lebih Baik”

    Farmers and Fishermen Week

    Guna mempromosikan produk lokal yang segar  berkualitas  yang  meliputi  buah,  sayur,  ikan, daging  dan  unggas  serta menciptakan  pengalaman berbelanja  yang  baru  bagi konsumen  di  Indonesia, Carrefour menggelar Farmer  and  Fishermen  Week “Kampoeng Carrefour”  yang  secara serentak dilakukan di 81  gerai  Carrefour  di  seluruh  Indonesia,  termasuk  di  Jakarta.

    Aneka hasil bumi, serba  segar  alami  tersebut  dipamerkan  selama  dua minggu dari tanggal 6 hingga 15 Maret 2011. Kegiatan ini melibatkan 37 pemasok, dan  asosiasi  petani,  antara lain pemasok buah, pemasok  sayur,  pemasok  ayam, ikan,  daging  sapi,  bumbu dan  rempah  serta  pemasok kambing/domba.

    KKP Menggandeng Ritel  Modern

    Dalam  kesempatan tersebut,  KKP  melakukan  terobosan  dengan  menggandeng  perusahaan  ritel Carrefour  sebagai  upaya meningkatkan distribusi pemasaran  produk  perikanan dan kelautan sekaligus guna mensukseskan  program Gerakan  Memasyarakatkan Makan  Ikan  (Gemarikan).  Sebelumnya, KKP membuat program sejenis yaitu menggandeng  PT  Pos  melalui Perangko  Gemarikan.  Kerjasama  ini  sebagai  bentuk keberpihakan  peritel  modern  terhadap  pentingnya masyarakat untuk memperoleh produk perikanan yang segar,  berkualitas  dengan harga terjangkau.

    Carrefour, dengan sistem jaringan  logistik  dan  distribusi  kuat,  diyakini  dapat menjadi mitra strategis UKM sektor  kelautan dan perikanan dalam mendukung distribusi produk-produk perikanan  ke  seluruh  wilayah Nusantara. Disisi lain, Gerakan  Memasyarakatkan  Makan  Ikan  (Gemarikan)  yang  telah dicanangkan  KKP juga  merupakan  upaya  untuk mewujudkan ketahanan pangan  dan  meningkatkan kesehatan  serta  kecerdasan masyarakat. Continue reading Farmers and Fishermans Week : “Kampoeng Carrefour” Lebak Bulus